Pembelajaran Santri Melalui Film yang Bertajuk “PESTA BABI"


Pati - Pondok Pesantren Al Asas Kajen Menyelenggarakan ruang diskusi melalui nobar dan bedah film yang bertajuk “Pesta Babi”. Kegiatan tersebut  diselenggarakan di halaman pondok pesanter (PP) Al Asas Kajen, dan dihadiri oleh beberapa masyarakat pati dan sekitarnya, santri PP Al Asas sendiri, dan juga mahasiswa-mahasiswa serta aktivis-aktivis Pati. Acara yang digelar pada Kamis, 14 Mei 2026 menjadi bagian upaya pembelajaran bagi santri PP AL Asas dan penonton yang hadir dalam memahi realitas dan berpikir secara kritis.

Pengasuh PP Al Asas kajen Ustad Faishol Muzammil dalam sesi sambutannya menyatakan bahwa pelaksanaan nobar dan bedah film kali ini penting untuk meningkatkan literasi, melatih analisis dan pemikiran kritis terutama peserta didiknya dalam memahami realitas sekitar. “Kita para santri yang sebelumnya terbiasa hanya membaca teks, hadist, fiqih, dan tafsir, pada kesempatan kali ini kita mencoba belajar memahami realitas disekeliling kita tentang apa yang sedang terjadi,” ungkapnya. Beliau juga menambahkan bahwa acara kali ini menjadi sarana belajar bahwa diluar sana terdapat masyarakat-masyarakat yang memiliki perbedaan budaya dan agama yang perlu kita hargai dan hormati eksistensinya.


Setelah pemutaran film selesai, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan sesi diskusi bersama Marbot Teras Literasi Puncakwangi-Mas Husaini. Mas Husaini sebagai pemantik dalam acara tersebut menyampaikan apablia kegiatan ini dianggap penting maka perlu dilaksanakan kegiatan-kegiatan diskusi selanjutnya. Dalam sesi tersebut menjadi ruang bagi santri dan penonton dalam menyampaikan kesan setelah menonton film yang diputar. Salah satu santri menyampaikan bahwa hal-hal yang terjadi dalam film merupakan kejadian pertama kali yang pernah dilihat. Beberapa penonton juga menyampaikan pendapat tentang sistem pemerintahan yang dilihat dalam film yang diputar di acara tersebut.

Dari salah satu penonton dalam sesi wawancara mengapresiasi acara yang telah diselenggarakan dan menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan suatu hal yang perlu dikomunikasikan kepada publik tentang apa yang terjadi saat ini. “Saya pribadi mengapresiasi acara yang telah diselenggarakan oleh pondok Al Asas karena ini merupakan bagian yang harus diinformasikan kepada publik bahwa di Indonesia masih terjadi penjajahan yang dilakukan oleh negara sendiri”.

Harapannya setelah kegiatan tersebut selesai tak hanya menjadi pembelajaran, akan tetapi juga peningkatan rasa syukur atas apa yang kita terima dan kita jalani saat ini.


Repoeter Iqbal

0 Komentar