![]() |
Sumber: Pinterest |
Ku tak lahir dari dongeng cemara
Diiringi peluk hangat ibu di rumah
Namun diiringi teriakan dan caci
Bak pisau tajam menghujam
Untaian doaku yang mengharap malaikat
Justru menjelma setan yang mengutuk serapah
Aku dihujani pecahan kaca
Oleh tangan-tangan langit
Perihnya menusuk tiada berdarah
Jeritan semakin pilu
Kala tangan itu purna
Tanpa menyampaikan belaian
Aku ingin membisikkan cerita
Meski dunia menjadi tuli
Ku ingin bercerita lewat air mata
Meski dunia menjadi buta
Mengabaikan kesetiaan
Diriku bagai bayangan
Iriku melilit hatiku
Aku mendamba
Rumah segudang cinta
Tempat membisikkan cerita
Menjadi bagian cerita
Namun aku hanyalah bunga
Terpajang saat mekar
Terbuang saat layu
Ke mana ku harus pulang?
Saat hujan turun tetap sendiri
Tiada rumah bernaung
Tiada dinding tempat meratap
Iriku makin menjalar
Diterpa dingin ku mengharap bahagia
Dalam kehangatan rumah
Yang bukan sekadar megah
Tapi hampa seperti bayanganku
Aku lelah Tuhan!
Ku ingin berontak
tapi diriku tenggelam oleh gelombang luka
Ku ingin hilang
Melarut bersama samudra
Sebab di sana
Hanya ada kesunyian yang setia
menemani hingga akhir masa
Penulis: Ilyatul Fitria Ma'rifatin Nashikhah
0 Komentar